Jumat, 11 Juni 2010

Puisi Tak Berjudul, by Muhammad Hafis Lone Light (Cahaya Sepi) dan KhaiRanii Kudo -Chann チャン (Cahaya Yang Hilang)

KhaiRanii Kudo -Chann チャン >>

saat termenung,
kulihat kertas lusuh,
kubuka dengan sedikit minat..

kulihat nama"MU"
kulihat nama"KU"
tapi aku tak melihat nama "KITA" bersamaan

mungkin sekarang saatnya,
aku melupakan impian itu
impian agar nama "KITA"
di torehkan bersamaan
di atas sebuah kertas yang lusuh

yang mungkin suatu hari akan terlupakan
oleh memori yang telah lelah
lelah menanggung kata-kata
yang hanya sebatas "IMPIAN"


Muhammad Hafis Lone Light >>

Entah nama yang terpatri diatasnya
Terukir bersamaan dari pemahat maha agung
Namun tak pernah ia dekatkan nama itu
Hanya terukir diatas papirus itu

Dan impian
Lalu angan dan harapan
Ingatkah? Angan pasti terwujud
Suatu sata nanti

Entah sekarang
Entah ketika waktu berakhir
Tapi kutahu

Sejenak luruh segala telimpuh keluh yang merapuh di simpuh tanpa sauh yang hilang ke angan yang terbuang menghilang tanpa jajak tak terjajak hingga asa menginjak sempak jalan yang munggurat jerat terjerit sematkan sempit harapan hingga jalan pikiran ragu akan nyata sebuah angan, kutahu berbentuk, yakinlah terjadi
Itu pasti terjadi


KhaiRanii Kudo -Chann チャン >>

tapi itu semua hanya impian
impian yang hanya mimpi bagiku
dan untuk ini
aku mengatakannya mimpi yang spesial...

dan biarlah, impian itu hanya menjadi mimpi
mimpi yang akan kurindukan
entah sampai kapan
karena aku takut
bila mimpi itu menjadi kenyataan

aku takut


Muhammad Hafis Lone Light >>

bila mimpi tak berarti
biar kucipta mimpi dan kenyataan


KhaiRanii Kudo -Chann チャン >>

bukan maksud mimpi tak berarti
tanpa mimpi, tak ada artinya hidup ini
hidup di penuhi mimpi
bahkan aku hidup karena mimpi

bila kau menciptakan mimpi untukku
maka kau akan menjadi bagian dari hidupku
karena aku, hidup dari mimpi
untukmu
tak dapat menanggung beban
yang akan diberikan impian itu


Muhammad Hafis Lone Light >>

dan ini mimpi kan kutuliskan di kalbumu
tapi perkenankanlah kutahu mimpimu itu
biar kurajut dan kusulam dengan harap
dan kutenun serta kuserahkan padamu

perkenankanlah kuketahui


KhaiRanii Kudo -Chann チャン >>

sayang berjuta sayang
kau membuatku berharap banyak
dari segala pilihan yang tersedia
memperkenankanmu mengetahui mimpi itu
yang paling berat ku lakukan

penuh pertimbangan
karena mimpiku mungkin hanyalah mimpiku
tak dapat kubagi, tak dapat kuberi
entah sejak kapan
mimpi itu menjadi "privacy"


Muhammad Hafis Lone Light >>

suatu saat nanti
langit kan tunjukkannya
suatu waktu nantu
waktu kan perkenankan dengan sendirinya

suatu hari nanti
ku akan tahu
kuingin tahu
karena kita satu

masalahmu masalahku
anganku anganmu
biarlah menyatu
dalam dedaunan dewadaru


KhaiRanii Kudo -Chann チャン >>

apabila tiba waktunya
ku tak tau lagi harus berbuat apa
apabila terbuka semua
ku tak tau lagi harus menjawab apa

karena,
aku tak punya lagi alasan
untuk menjelaskannya


Muhammad Hafis Lone Light >>

nanti
kuharap kau mengerti
akan aku
yang ingin membantu

nanti rangkai kata bersaksi
dan mati
semua terjadi
ya, nanti


KhaiRanii Kudo -Chann チャン >>

aku tak tau
apa aku mengharapkan itu terjadi
atau aku mengharapkan
itu hanya sekedar "nanti"

maafkanlah..


Muhammad Hafis Lone Light >>

kumaklumi tuturmu
kusadari diriku
kuharus pelajari lagi
ku kan kembali lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar